News

Laporkan Bendesa, 2 Warga Adat Diancam Diusir dari Desa

 Senin, 11 Oktober 2021, 13:00 WITA

beritabali.com/ist/Laporkan Bendesa, 2 Warga Adat Diancam Diusir dari Desa

IKUTI BERITAGIANYAR.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritagianyar.com, Ubud. 

Bendesa Adat Jro Kuta Pejeng Cokorda Gde Putra Pemayun dipolisikan oleh 2 kramanya. Sementara Desa Adat memberi tempo dua pekan agar dua krama tersebut yakni I Made Wisna dan I Ketut Suteja untuk meninggalkan karang ayahan Desa. 

Konflik ini memuncak karena mediasi terkait penyertifikatan tanah teba yang diperebutkan antara Desa Adat Jro Kuta Pejeng, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring dengan sejumlah krama buntu. 

Dari laporan dua krama tersebut ke Polres Gianyar, Bendesa Adat Jro Kuta Pejeng Cokorda Gde Putra Pemayun sudah ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan surat. Sedangkan dua krama yang kena sanksi Kanorayang yakni I Made Wisna dan I Ketut Suteja diberi tenggang waktu dua minggu untuk angkat kaki.

Keputusan 'mengusir' dua krama Kanorayang ini terungkap saat Paruman Agung Desa Adat Jro Kuta Pejeng yang digelar di jaba Pura Dalem Tenggaling, Minggu (10/10) sore. 

Terkait penetapan tersangka, Cok Pemayun mengakui hal tersebut dihadapan ratusan krama yang ikut paruman Agung. 

"Titiyang sampun dados tersangka. Tapi titiyang belum tahu dimana letak kesalahan tyang," ungkapnya. 

Versi Cok Pemayun, pengisian blanko dan form penyertifikatan tanah seluruhnya diisi oleh Petugas BPN Gianyar. "Di sampun puput, baru tanda tangan Perbekel, Bendesa dan Kelihan," jelasnya.


Halaman :