Lompatan Digitalisasi Diharapkan Terjadi di Gianyar - Beritagianyar.com

Ekbis

Lompatan Digitalisasi Diharapkan Terjadi di Gianyar

Senin, 27 Desember 2021 | 23:50 WITA
Lompatan Digitalisasi Diharapkan Terjadi di Gianyar

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritagianyar.com, Ubud.
 
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengapresiasi hadirnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir dalam acara Banjar Creative Space (BCS) bertempat di Bale Banjar Taman Kelod, Ubud, Gianyar, Senin (27/12).
 
Dalam kesempatan sore tersebut, ia mengatakan bahwa banyak hal mulai dari Gianyar, khususnya Ubud. “Pada abad ke-9 Rsi Markandya dari Ubud telah menyebarkan ajaran Panca Datu, Mpu Kuturan menyebarkan pahan Tri Murthi dari desa Bedulu, Gianyar. Begitu juga pusat kerajaan Majapahit di Bali terletak di Gianyar. Bahkan lompatan masyarakat Bali yang agraris ke industri pariwisata pada tahun 1930-an dimulai dari Ubud,” jelasnya dalam kesempatan yang turut juga dihadiri oleh Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, anggota DPRD Bali dan DPRD Gianyar, Penglingsir Puri Ubud dan Peliatan. 
Untuk itu, melalui fasilitas Menteri BUMN, tidak berlebihan jika diharapkan Gianyar kembali lagi menjadi pionir gerakan digitalisasi di Bali. 
Lebih lanjut, Wagub yang juga merupakan salah satu tokoh Puri Ubud itu pun menjelaskan, bahwa Pemprov Bali telah memulai tahap tersebut. 
Menurutnya, sejak tahun 2018, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace telah memasang wifi gratis di setiap Desa. Dengan adanya Wifi gratis tersebut diharapkan bisa digunakan oleh masyarakat terutama anak-anak muda untuk berkarya.
“Di sini sekali lagi saya mengajak para Yowana (anak muda-red) Bali untuk terus memanfaatkan fasilitas ini ke arah yang positif, apalagi nanti dibantu oleh Pak Menteri. Saya harap Bali tidak hanya tampil dengan gaya tradisional, namun juga dengan gaya digital,” tutupnya.
Sementara itu Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan saat ini Indonesia memang menghadapi ujian di kancah global, yaitu tekanan pembukaan pasar global, destruksi kea rah digital serta dari segi kesehatan. Ia menganggap tekanan itu harus disambut bangsa untuk mampu bersaing di kancah internasional, namun jika salah langkah maka negara kita akan menjadi penonton saja. 
“Bukannya anti asing, tidak sama sekali. Tapi, ya itu kita harus benar-benar persiapkan diri juga agar bisa ikut ambil bagian,” jelasnya.
Ia mencontohkan, saat ini banyak anak muda yang memainkan game yang dibuat oleh negara asing, ia berharap salah satu atau dua game yang digandrungi anak muda sekarang dibuat oleh anak bangsa sendiri. 
“Jadi ya itu, sekali lagi kita tidak anti asing, namun market kita yang sangat besar jangan sampai digunakan oleh pertumbuhan ekonomi negara lain,” bebernya.
 
Halaman :

TAGS : Berita Gianyar Berita Bahasa Bali Berita Berbahasa Bali Berita Gianyar Terkini Berita Gianyar Hari Ini Info Gianyar Beritagianyar Informasi Gianyar


Beritajembrana.com - Media Online Jembrana Bali Terkini

Menyajikan Berita Politik, Seksologi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Tokoh, Ekonomi, Bisnis, Pendidikan di Jembrana, Bali, Nasional dan Dunia.



News Lainnya :


Berita Lainnya

BALI TRENDING

BERITA BALI TV